DISCLAIMER:

This story is a work of fiction. Any resemblance to any person, place, or written works are purely coincidental. The author retains all rights to the work, and requests that in any use of this material that my rights are respected. Please do not copy or use this story in any manner without author's permission.

The story contains male to male love and some male to male sex scenes. You've found this blog like the rest of the readers so the assumption is that material of this nature does not offend you. If it does, or it is illegal for you to view this content for whatever the reason, please leave the page or continue your blog walking or blog passing or whatever it is called.



Season 3 - The Accident Bagian 2

THE ACCIDENT
bagian 2
by Garykoolames

Ditengah kegaduhan yang terjadi di lobby rumah sakit.
Datanglah seorang dokter tua, dengan rambut yang semua putih.
Rupanya dokter itu, mengenal mamanya Rini.
Ekspresi Mama Rini sedikit terkejut.
Si dokter tua menanyakan kepada mama Rini apa yang terjadi.
Mama Rini, karena sedikit tidak siap mental, tidak menyangka akan bertemu bapak dokter senior ini, berkata," Ngak ada apa apa pak, maksud saya dok, eh prof!"
Profesor berkata," Kamu kan dari dulu paling ribut, mana mungkin tidak ada apa apa."
Aku sedikit bingung, Mama Rini saja sampe ngak berani ngomong ngomong apa apa.
Aku bertanya kepada Rini," ini siapa? " Rini berkata," dokter, paling tegas dan paling baik diseluruh bumi."
Karena semua tidak berani berkata apa apa.
Aku memberanikan diri, menjelaskan apa yang terjadi.
Aku melihat mata Mama Rini, melotot melotot ke arahku.
Profesor itu bertanya kepada manager rumah sakit," Apa ini benar ?"
Semua tidak berani berkata, kecuali mama rini," Aduh dokter, ini cuma salah paham, saya maklumlah , kan lagi menopouse , hormon tidak stabil."
Profesor itu berkata kepada managernya," kamu tahu kan sumpah dokter ? kalau memang benar, kronologisnya seperti ini, saya akan segera mengundurkan diri dari Rumah sakit ini. "
Suasana semakin tegang.
Raut muka wajah si profersor kelihatan sedikit sangar.
Aku baru tahu, kalau sebenarnya pihak Rumah sakit bertahun tahun memohon dan menyembah untuk supaya profesor ini, bisa bergabung di Rumah sakit tersebut.
KAlau profesor udah bergabung di rumah sakit ini, dijamin banyak pasien.
Ibu Manager, " Prof, maaf prof, bukan gitu ceritanya, cuma salah paham."
Karena melihat muka profesor dengan raut yang tidak senang.
Mama rini memanggil Rini," Rini, sini Rini!"
Mama Rini berkata, " Rini, ini loh dokter yang melahirkan kamu, kalau tidak ada dokter ini, tidak ada kamu loh."
rini menghampiri profesor, " Dokter, masih ingat saya ngak?"
Profesor," mana mungkin sih, orang bisa lupa sama mama kamu, untung anaknya ngak seperti mamanya, anaknya lembut banget."
Rini berkata," Iya, om profesor, masalah tadi jangan dipikirin, mama kan suka bikin heboh."
Mama Rini," Iya prof, tahulah mama!"
Tiba tiba ada yang nyeletuk," iya profesor dokter, yang kayak dulu jeng rini, disuruh tes perawan, nyonya kan memang suka aneh aneh."
Tiba tiba pembantu Mama Rini sudah muncul.
Muka Rini langsung merah.
Profesor mulai tersenyum.

Rini berkata," Mbok yem, kok ada disini? "
Mbok yem berkata," Tapi disuruh naik taxi sama nyonya, bawain baju ganti, katanya nyonya sesak pake kebaya. Mbok yem udah dari tadi disini, lihat ribut ribut dulu."
Mbok yem," Nyonya, itu ibu dan papanya mas trey, udah datang."
Mama Rini berkata, " Dok, jangan pergi dulu dok, anak saya kecelakaan."
Mata mama Rini mulai berkaca-kaca.
Mama dan Papa Trey, menghampiri mama Rini, lalu mereka beranjak pergi menuju ruang ICU.
Kita semua beranjak pergi, si dokter berkata," Cukup tiga orang saja!"
Orang tua Trey, tahu kalau mama Rini, harus ikut, bagaimana pun, Profesor besar sudah ditangan mama Rini. Dengan berjalan bersama profesor ini, seperti berada dikerajaan, dan berjalan bersama perdana mentri.

Mbok yem, " Saya boleh ikut dok, saya ada bawa bubur untuk nak trey."
MAMa RIni," Mbok yem, kamu disini saja, ini jaga tas saya."
Ketika mereka hendak pergi.
Mbok yem," Nyonya, kok nyeker? "
Mama Rini," kamu ada bawa sepatu saya?"
Mbok yem, " kagak ada, nyonya tidak pesan sih."
Mama Rin," yah udah, pinjem sendal kamu."
Akhirnya mereka bergegas pergi.
Mama Rini berjalan dengan kebaya mewah, perhiasan berliannya, tapi beralaskan sandal jepit.
rini berteriak ke mamanya," mama, tolong dibbm yah, updatenya!"

----


Orang tua trey dan Mama Rini, berada di daerah sekitar ICU sedikit lama.
Kami menunggu di ruang tunggu dengan perasaan was was.
Rini sudah ngebb mamanya berkali kali, tapi tanpa ada balasan dari mamanya.
Menurut Pak dan Ibu Karto, sepertinya keadaan Trey tidak parah, cuma lecet lecet saja, tapi memang
Trey dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Akhirnya mereka muncul di lobby.
Rini memeluk mama dan papa Trey.
Mereka masih kelihatan shocked dengan kejadian ini.
Mama Trey, duduk diam sambil menangis.
MAma Rini duduk disebelahnya sambil menenangkan diri, didampingin Rini.
Mbok yem kelihatan, membawa segelas aqua gelas untuk mama Trey.

Papa Rini mendekati papa Trey, menanyakan hasil pemeriksaan dokter.
Donny dan aku, mendekat mendengarkan apa yang telah dikatakan dokter.
Prognosisnya kurang baik, hasil sementaara CT scan, mengatakan ada terjadi TBI ( traumatic brain injury)

Dokter Spesialis sarat/ neurology datang menghampiri kami,mau berbicara dengan orang tua Trey, ternyata harus dilakukan operasi sekarang juga.

Proffesor dokter datang membantu menjelaskan lagi kepada kami apa yang sebenarnya yang terjadi.

Terjadi benturan di kepala Trey waktu kecelakaan. Sepertinya Trey tidak mengancingkan tali helm dikepalanya. Dalam benakku, aku yakin, trey tidak benar benar memakai helmnya, aku yakin dia pasti takut kalau rambutnya jadi berantakan, apa lagi di masih bisa bisanya, berbicara di handphone walaupun sudah di ojek, pasti dia tidak benar benar memakai handphonenya.

Bagi semua yang pernah memegang otak, atau pernah tahu bentuk anatomi otak, otak itu seperti jelly atau puding agar agar, lembek sedikit kenyal. Dan bentuk tengkorak kepala kita itu seperti kotak keras, yang membungkus otak kita. Waktu terjadi kecelakaan, otak kita itu seperti, puding jelly didalam container, atau topless kaca yang digoncang goncang. BAgaimana pun puding itu akan rusak, karena goncangan tersebut.
TErlebih lagi sekarang ada pendarahan, darah yang ada menekan otak trey.
JAdi bayangin aja, ada puding didalam topless, pudingnya seukuran topless, dan kedalam topless itu sekarang diisikan air, yang terjadi air itu akan menekan puding itu, Kalau airnya tidak dikeluarkan, pudingnya bisa berubah bentuk karena tekanan air.

Gambar

Gambar

Mama Rini, menanyakan apa bisa dibawa ke singapura saja.
Tapi menurut profesor dokter, makin lama dibiarkan, makin banyak kerusakan otak yang terjadi.

----

Perasaan kami sangat tegang...
Neurolog kembali menunjukkan hasil CT scan Trey.
Gambar

Gambar
Profesor dokter, menjelaskan, dia berharap untuk sebenarnya bisa memberikan waktu, untuk berpikir, tapi sepertinya keadaan sangat mendesak.
Dalam otak manusia terdapat 80 sampai 100 milyar saraf otak.
Semua kehidupan dan fungsi organ tubuh kita, diatur diotak kita.
Bayangkan lah, puding aka otak di dalam tengkorak Trey sudah rusak karena benturan, tidak boleh diperparah dengan pendarahan yang ada, karena darah yang ada akan makin menekan otak trey. Darah yang ada tidak bisa mengalir keluar, karena tengkorak kita seperti topless dengan tutup yang sangat keras, sehingga darah yang ada terus menekan otak kita yang sangat lembek itu.

akhirnya orang tua trey menanda tangani surat persetujuan/ surat consent untuk operasi.
Mama Rini dan mama Trey berpelukan.
Rini juga memeluk mereka berdua.
Ada ketakutan yang sangat mendalam, tapi tidak berani diutarakan.
Operasi ini bisa berakibat kematian.
Dan misalnya pun operasi ini berhasil, trey bisa saja tetap koma, atau pun lumpuh. Bagaimanapun ada kerusakan otak, seperti yang terjadi kepada orang yang mengalami stroke.

Aku merasakan, penantian adalah masa masa yang tersulit.
Saat kita dalam ketidak tahuan, tanpa kepastian, itu adalah hal tersulit.
Perasaan untuk menerima hal yang terjelek yang mungkin terjadi, sangat mencengkram hati.
Semua ketakutan akan apa yang terjadi.
Apakah kita akan kehilangan Trey? apakah dia akan selamat?

Rini mencoba untuk tegar, tapi air mata terus mengalir seperti banjir.
Bagaimana pun, Trey adalah teman baiknya sejak SD.
Mbok yem, menawarkan sedikit makanan ke MAmanya Rini dan mama trey.
MAma rini berbisik ke mbok yem, kalau dia akan berpuasa untuk kesembuhan Trey.

Berdoa.
Disinilah pertama kali, imanku akan Tuhan di uji.
Dalam hati aku berdoa, dan berdoa.
Aku baru menyadari akan kegentingan akan kematian.
Kematian berarti akan musnahnya suatu harapan.
Tidak seperti cerai, atau selingkuh, atau musibah lainnya, kematian berarti akhir dari sebuah harapan.
Tidak ada lagi, yang bisa dilakukan.
Harapan ku akan suatu percintaan dengan Trey, akan musnah.
Tidak ada lagi yang bisa aku lakukan, walaupun jiwa ragaku ingin berjuang untuk hubungan kita, itu semua mustahil, karena kalau Trey sampai meninggal, itu semua tidak mungkin lagi.

Aku ketakutan.
Aku melihat ekspesi yang lainnya.
Mereka merasakan hal yang sama.
Apakah arti semua ini?
kematian adalah hal yang natural, semua pasti mati.
Terjadi tsunami, terjadi musibah , terjadi kecelakaan setiap hari.
Tapi kenapa, perasaanku tidak pernah setakut ini.
Ketakutan akan kehilangan Trey.

to be continued




1 comments:

Ela Pitriani said... Best Blogger Tips[Reply to comment]Best Blogger Templates

speechlesss
aku ikutan sedih
tenang abang sayang Trey pasti bangun
dia lagi mau berendem dlu
kira" pas sadar dia ingat ga pertualangan arwahnya? kayaknya ngga y?

Post a Comment