DISCLAIMER:

This story is a work of fiction. Any resemblance to any person, place, or written works are purely coincidental. The author retains all rights to the work, and requests that in any use of this material that my rights are respected. Please do not copy or use this story in any manner without author's permission.

The story contains male to male love and some male to male sex scenes. You've found this blog like the rest of the readers so the assumption is that material of this nature does not offend you. If it does, or it is illegal for you to view this content for whatever the reason, please leave the page or continue your blog walking or blog passing or whatever it is called.



Collin & Kenneth Page 1

Page 1
by GoodFriend

Rumah Collin.
Collin menghabiskan roti bakar sarapannya tergesa-gesa seperti biasa,
“Aku berangkat..” katanya setelah yakin piringnya sudah kosong, lalu meneguk susunya secepat yang ia bisa, kemudian beranjak dari kursinya.
“Baiklah.. hati-hati di jalan sayang, ahh iya.. kunci di tempat biasa yaa..” sahut Ibunya dari arah dapur.
“Yaaa…” jawab Collin kemudian menghilang dari pintu depan.
Collin berjalan tergesa-gesa menuju sekolahnya, ya, ia selalu berjalan kaki tiap pergi ke sekolah, karena letak sekolahnya tidak begitu jauh dari rumahnya.
Collin tinggal bertiga dengan Ibu dan adik laki-laki yang umurnya hanya berbeda setahun darinya, orang tuanya sudah bercerai, ayahnya tinggal di kota sebelah dengan istri barunya dan anak-anak tirinya, ibunya seorang pekerja kantoran dengan jabatan yang lumayan tinggi, itulah kenapa ia bisa membiayai pendidikan kedua anaknya seorang diri, ia bekerja keras demi kehidupan kedua puteranya, lembur hampir setiap malam, seperti malam ini contohnya, itulah mengapa tadi ia mengingatkan Collin tentang kunci yang ‘di tempat biasa’, karena ia akan pulang telat untuk lembur, di mana ‘tempat biasa’ itu adalah di bawah keset di depan pintu dapur.
Collin berjalan tergesa-gesa karena hari ini ia harus presentasi di depan kelasnya di salah satu mata pelajaran yang menjadi keahliannya, well, sebetulnya Collin hampir ahli di setiap mata pelajaran, ia memang seorang anak yang pandai, selain pandai ia juga cukup tampan, dengan rambut coklat gelap model belah pinggir, badan yang proporsional, kulit putih bersih, penampilannya yang selalu rapi, dan sifatnyapun cukup menyenangkan, banyak orang menyukainya, hampir semua orang, well, kecuali satu.
Dalam 10 menit Collin sudah tiba di sekolahnya, ia berjalan melewati salah satu koridor yang menuju kelasnya,
“Ahh itu dia si culun datang !!!” teriak seseorang.
Collin menoleh mencari asal suaranya, sebetulnya ia sudah tahu siapa pemilik suara itu,
Collin mendapati seorang anak laki-laki seumurannya, berambut pirang model mohawk, tidak kalah tampan darinya sedang duduk dikelilingi gerombolannya, tengah tersenyum mencibir padanya.
Hampir semua orang menyukai Collin, hampir semua, kecuali satu, laki-laki dengan tampang menyebalkan inilah orangnya.
Namanya Kenneth, teman seangkatan Collin, jago olah raga dan berkelahi, digandrungi para anak perempuan, sama seperti Collin, biasanya terlihat bersama gerombolannya, mengganggu siapapun yang bisa dia ganggu, dan Collin adalah objek penderita utamanya, sebetulnya hanya Collin seoranglah objek penderita dari keisengan Kenneth, pada anak-anak lain Kenneth hanya bercanda, tapi pada Collin, semua ejekan, cibiran, dan celaan Kenneth tampak sangat kejam dan sungguh-sungguh, entah kenapa Kenneth sangat membenci Collin, tak ada yang tahu alasan pastinya, Collin semula tidak menanggapi serangan dari Kenneth, tapi akhir-akhir ini tampaknya batas kesabaran Collin sudah terlewati, ia jadi balas membenci Kenneth, dan jadilah mereka berdua seperti anjing dan kucing, air dan api, hitam dan putih, atau hal-hal bertentangan lainnya.
Collin mengacungi jari tengahnya pada Kenneth kemudian berbalik dan kembali berjalan menuju kelasnya.
Ia masih bisa mendengar Kenneth tertawa puas bersama gerombolannya sebelum ia berbelok masuk ke dalam kelasnya, Collin sangat membenci Kenneth, tapi ia tidak berani menantang Kenneth untuk berkelahi, kutu buku melawan olah ragawan sudah jelas siapa yang akan menang, yang bisa ia lakukan hanya menerima semua ejekan Kenneth dan pura-pura tidak mendengar, berharap bahwa suatu hari nanti Kenneth akan menerima karmanya.
Kenneth seorang sudah cukup menjadi stressor bagi Collin dan membuat moodnya jelek, untunglah akhir-akhir ini Collin menemukan sesuatu yang menarik yang bisa menjadi penghiburan baginya dan pengembali moodnya setiap kali ia habis bertemu Kenneth.
Collin mengeluarkan handphonenya dan masuk ke layanan internet,
Akhir-akhir ini Collin sedang asyik-asyiknya berkelana di dunia maya, ia rajin mengupdate accountnya di salah satu situs pertemanan yang tengah populer di kalangan seusianya, dan yang paling menarik perhatiannya adalah layanan chatting lewat dunia maya, ia sudah mendapatkan seorang teman ngobrol yang menurutnya cocok dengan dirinya, cocok dalam segala hal, hobi, kesukaan, gaya bercanda, obrolan, dan banyak hal yang sudah menjadi langganan topik obrolan mereka,
BlueShark adalah nickname Collin di situs obrolan itu, dan RedHawk adalah nickname dari ‘sahabat maya’nya itu.
Collin sedang online sekarang, ia mencari-cari di list anggota situs obrolan tersebut yang saat ini juga sedang online, tapi ia tidak menemukan nama RedHawk,
“Ahh… sedang tidak online ya.. ” katanya dalam hati.
Bel berbunyi tepat ketika Collin mematikan aplikasi internet dari handphonenya,
“Well, ini dia..” kata Collin pelan lalu bangkit berdiri untuk mempersiapkan presentasinya.

Jam istirahat.
Collin menghela napas lega di kursinya, presentasinya berjalan lancar dan sukses, gurunya memujinya, teman-temannya semakin kagum padanya, dan begitulah rutinitasnya tiap minggu.
Teman-temannya berebutan keluar kelas untuk beristirahat, celotehan-celotehan para murid terdengar di setiap sudut sekolah.
“Ayo ke kantin..” ajak Julian.
“Kau duluan saja, aku masih ingin di kelas..” kata Collin sambil mengeluarkan handphonenya.
“Ahh ya.. aku mengerti, sampaikan salamku pada RedHawk kalau begitu..” kata Julian yang sudah mulai terbiasa dengan kegiatan Collin selama jam-jam istirahat dan jam-jam senggangnya sekarang.
Julian adalah ketua kelas di kelas yang dihuni Collin, dengan Collin sebagai wakilnya, Julian dipilih menjadi ketua kelas tentu saja bukan tanpa alasan, ia dipilih karena ia anak kedua terpandai di kelasnya, kedua setelah Collin tentu saja, sebetulnya Collinlah yang lebih pantas menduduki jabatan ketua kelas, tapi dengan alasan bahwa ia tidak begitu suka memimpin maka ia menolak dengan tegas tawaran untuk menjadi ketua kelas itu.
Julian adalah salah satu anak yang cukup dekat dengan Collin, mungkin karena mereka punya kualitas otak yang hampir setara, mereka merasa cocok dan nyambung bicara satu sama lain, anak-anak lain merasa bahwa keduanya cukup serasi dipasangkan sebagai ketua dan wakil ketua kelas. Tapi sebetulnya mereka tidaklah sedekat itu, Collin menganggap Julian sama seperti teman-temannya yang lain, tidak ada yang spesial dari Julian, dan Julianpun merasakan hal yang sama terhadap Collin.
Jika ditanya siapakah sahabat dekatmu, mungkin dulu jawaban Collin adalah tidak ada. Banyak anak yang berusaha mendekatkan diri dengan Collin, baik perempuan maupun laki-laki, tapi sampai saat ini Collin belum pernah menemukan seseorang yang tepat untuk dijadikan sahabat, tempat di mana ia bisa mencurahkan isi hatinya, tempat ia bisa mencurahkan dan meminta perhatian, dan banyak lagi, menurutnya mencari sahabat itu sama seperti mencari pacar, harus ada ketertarikan dari kedua belah pihak, tanpa adanya paksaan, bukan berarti Collin sudah berpengalaman dalam berpacaran, ia belum pernah punya pacar sekalipun sampai sekarang.
Tapi sekarang Collin bisa menjawab dengan tegas bahwa RedHawk adalah sahabatnya, sekalipun mereka belum pernah bertemu dan saling bertatap muka, tapi setelah kira-kira 3 bulan mereka saling kenal lewat dunia maya dan mengobrol panjang lebar mengenai berbagai hal, Collin merasa bahwa RedHawk ini benar-benar ditakdirkan untuk menjadi sahabat sejatinya, mereka sudah masuk tahap saling curhat mengenai masalah masing-masing dan saling memberikan saran dan masukan, hampir setiap ada masalah atau apapun yang ia lakukan dalam kesehariannya Collin laporkan pada sahabat mayanya ini, dan begitupun sebaliknya, keduanya sudah benar-benar merasa cocok dan telah menemukan sahabat sejatinya.

Seperti biasa, Collin masuk ke aplikasi internet di handphonenya,
BlueShark is now online.
Collin mencari di daftar anggota situs obrolan yang sedang online ketika tiba-tiba muncul tanda di handphonenya yang menandakan bahwa seseorang baru saja mengajaknya mengobrol.
RedHawk : Hey..Hoo..
Collin tersenyum.
BlueShark : Hadirr !!!
RedHawk : :D
RedHawk : Well,.. how’s life then ??
BlueShark : As I said yesterday, hari ini aku presentasi di kelas, baru saja selesai.. and thanks God.. presentasinya lancar selancar yang bisa ku harapkan.. :D
RedHawk : That’s great, dude.. congrats then..
BlueShark : Thanks.. :D
BluShark : Sedang apa kau ??
RedHawk : Istirahat.di kantin, makan baso sambil chatting..
Collin sudah tahu bahwa RedHawk juga seorang murid sekolah, sama seperti dirinya, tapi hanya sebatas itu informasi yang ia tahu tentang sahabat mayanya ini, mereka berdua sudah sepakat bahwa mereka tidak akan mempedulikan mengenai umur, jenis kelamin, nama asli, asal, tempat tinggal, sekolah dan hal-hal lain mengenai identitas pribadi masing-masing, yang penting bagi mereka adalah mereka merasa cocok satu sama lain, dan sepanjang obrolan mereka masih nyambung dan mereka menikmatinya, maka hal-hal lain tidak penting bagi mereka, jadi selama 3 bulan Collin chatting dengan RedHawk, ia tidak tahu apakah RedHawk ini perempuan atau laki-laki, umurnya berapa, tinggal di mana, sekolah di mana, nama aslinya siapa dan segala macam mengenai identitas pribadi RedHawk.
BlueShark : So…
BlueShark : How’s life ?? :D
RedHawk : ……
RedHawk : As usual… nothing interesting… -_-“
BlueShark : Ahh ya… kecenganmu… apa kabarnya ?
RedHawk : *Blushing*
BlueShark : Haha.. :D
RedHawk : Masih sama seperti biasa, tetap tidak tahu bahwa aku menyukainya..
BlueShark : Sudah kubilang berapa kali, katakan padanya bahwa kau menyukainya…
RedHawk : Masalahnya tidak sesederhana itu…
BlueShark : Serumit apa memangnya ?
RedHawk : Aku sudah membuatnya membenciku..
BlueShark : Apa yang sudah kau lakukan sampai dia membencimu ?
RedHawk : Banyak hal…..
Sejak awal pertemuan kami saja aku sudah membuat masalah dengannya.. seisi sekolah tahunya kami berdua saling benci satu sama lain… padahal bukan maksudku untuk menjadi musuhnya.. aku hanya…… ingin mencari perhatiannya..
BlueShark : Dengan membuatnya membencimu ??? wooww.. dude… kau parah banget !!!
RedHawk : Aku tahu… tapi itulah yang kulakukan setiap kali aku menyukai seseorang..
BlueShark : Saranku kau minta maaf padanya dan menghentikan permusuhan kalian, cobalah untuk berteman dengannya..
RedHawk : Mau dikemanakan harga diri dan kehormatanku kalau tiba-tiba aku mendatanginya dan meminta maaf padanya ??
BlueShark : Aku tidak menyuruhmu untuk bersujud di depannya, kan ??
RedHawk : Tentu saja tidak… tapi….
BlueShark : Tapi ?????
RedHawk : Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, ini tidak sesederhana itu..
BlueShark : Astaga Hawky… apa lagi masalahnya sekarang ?? @_@
RedHawk : …………….
BlueShark : ?????
RedHawk : Maaf… tapi aku belum siap cerita sekarang..
BlueShark : Oke.. akan kutunggu sampai kau siap..
RedHawk : :D
RedHawk : Oke. Stop talking ‘bout me, how ‘bout you ?? gimana kabar si fucking asshole kesayanganmu itu ?? :D
BlueShark : Still Fucking Asshole seperti sebelum-sebelumnya….. even he’s getting worse as the day goes by… sampai detik ini aku masih heran, kenapa dia bisa begitu bencinya padaku... padahal kenal dengannya saja tidak..
RedHawk : Hahaha… calm down, dude…. mungkin sebetulnya dia menyukaimu, hanya saja dia mengekspresikan perasaannya dengan cara yang tak biasa, sama sepertiku.. :D
BlueShark : HA-HA !!! you must be kiddin’ me… sudahkah kuberitahu padamu bahwa si brengsek ini jenis kelaminnya sama denganku ???
RedHawk : Ahh..ya. aku lupa.
RedHawk : ……….
RedHawk : Apa kau sudah pernah bertanya padanya kenapa dia begitu membencimu ?
BlueShark : Buat apa ?? tohh aku juga sudah tidak peduli lagi..
RedHawk : Kau bilang orang ini membuat moodmu jelek setiap kali bertemu dengannya, kan ?? kalau kau tahu alasan kenapa dia membencimu kemudian memperbaikinya mungkin kalian bisa berteman dan mengakhiri permusuhan kalian, dan dia tidak akan membuat moodmu jadi jelek lagi..
BlueShark : Masalahnya, sulit sekali bagiku untuk berbicara dengannya tanpa jari tengahku ikut berbicara..
RedHawk : Hahahahahahahaa… sebrengsek itukah dia ??
BlueShark : Ahh andai kau di sini dan bertemu langsung dengannya..
RedHawk : Ahh…
BlueShark : Apa ?? -_-a
RedHawk : Kau tahu…. kita sudah 3 bulan lebih mengobrol, kita sudah saling curhat dan bercerita ini itu… menurutku sudah saatnya kita untuk bertemu…
Bel tanda istirahat selesai berbunyi dengan lantangnya mengalahkan celotehan murid-murid yang sedang asyik mengobrol.
BlueShark : Sorry, dude.. kita sambung lagi obrolan kita nanti… sekarang aku harus masuk kelas..
RedHawk : Uhh.. ok.. bye then.
BlueShark : Bye..
BlueShark is now offline.
RedHawk is now offline.
Sepanjang sisa pelajaran hari itu Collin sibuk memikirkan tentang tawaran RedHawk tadi,…. ya tentu saja sudah saatnya mereka bertemu, 3 bulan itu waktu yang cukup untuk perkenalan awal, saatnya mereka beranjak ke tahap yang lebih, well, nyata.
Selama ini Collin tidak pernah membayangkan tentang sosok RedHawk secara fisik, tidak ada gambaran sama sekali tentang sahabat mayanya ini di otaknya, tapi karena ada kemungkinan mereka akan bertemu, mau tak mau Collin mulai membayangkan tentang hal ini.
Collin berpikir keras, “Dari gaya bahasanya bisa kutebak bahwa dia laki-laki, dan sepertinya seumuran denganku, tapi… umm..aku tak yakin juga.. bisa saja perempuan.. bisa saja lebih tua dariku.. atau… lebih muda.. umm…”
Collin sudah tidak lagi mendengarkan celotehan gurunya di depan kelas, pikirannya sudah jauh terbang entah ke mana hingga tanpa ia sadari jam pelajarannya hari itu sudah usai.

Pulang sekolah.
Collin membereskan buku pelajarannya kemudian berjalan keluar kelas hendak pulang, ia memutuskan untuk mampir ke toilet sekedar untuk membereskan rambut atau bajunya, Collin termasuk orang yang cukup memperhatikan penampilan, ia selalu menjaga penampilannya agar tetap rapi, itulah salah satu alasan kenapa banyak orang suka padanya.
Ketika ia tiba di toilet ia menemukan bahwa toilet itu tidak kosong, ada seseorang di situ yang sedang buang air kecil. Kenneth.
Collin menghela napas malas, tapi ia tetap masuk ke dalam toilet, seorang Kenneth tidak bisa menghalanginya untuk merapikan diri.
Kenneth menyadari kehadiran Collin, mukanya memerah.
Collin mulai merapikan dirinya di depan cermin sementara Kenneth selesai buang air kecil.
“Kau pasti salah masuk toilet, Collie… ini toilet anak laki-laki..” kata Kenneth sambil berdiri di belakang Collin.
“Mungkin matamu sudah rusak, atau mungkin kau belum tahu, well, kuberitahu kalau begitu, aku laki-laki, Kenny..” balas Collin sambil masih sibuk merapikan diri tanpa menoleh ke arah Kenneth sekalipun.
“Wahh.. berita baru… kalau begitu..” kata Kenneth lagi.
“Ha-Ha.” balas Collin.
Kenneth menatap Collin melalui cermin.
“Kenapa kau masih di sini ?” tanya Collin dingin.
Kenneth terdiam salah tingkah,
“Suka-sukaku lah..” kata Kenneth terbata.
Collin berbalik menatap Kenneth, jarak keduanya sangat dekat, tinggi keduanya sama, jadi kini wajah Collin tepat berada di depan wajah Kenneth dengan jarak hanya beberapa senti.
Collin menatap tajam langsung ke arah mata Kenneth.
“Kenapa kau begitu membenciku ??” tanyanya langsung.
Kenneth terdiam salah tingkah, wajahnya memerah, ia mundur beberapa langkah untuk mengambil jarak dari Collin.
“Tidak ada keharusan bagiku untuk memberitahumu !!” katanya.
“Kenapa ??” tanya Collin semakin menekan sambil maju beberapa langkah untuk kembali menyudutkan Kenneth.
Kenneth dengan otomatis kembali mundur beberapa langkah hingga ia sudah bersender ke dinding.
“Kita sudah bermusuhan selama berbulan-bulan kenapa kau baru tanya alasanku membencimu sekarang ??” tanya Kenneth semakin gugup.
“KENAPA ??” tanya Collin semakin tajam.
Kenneth mendorong tubuh Collin sehingga kini jarak keduanya cukup jauh.
“BAIK !! KUBERITAHU KAU KENAPA !!! AKU MEMBENCI SIKAPMU YANG SOK RAPI DAN SOK BAIK !! AKU BENCI ANAK-ANAK SEPERTIMU, YANG BEROTAK PINTAR DAN SOMBONG, YANG SELALU MERENDAHKAN ANAK-ANAK BODOH SEPERTIKU !!!” bentak Kenneth.
Collin cukup terkejut karena dibentak tiba-tiba, ia mundur selangkah.
“Cukup banyak anak pintar di sekolah ini.. tapi kenapa selalu aku yang kau sasar ??” tanyanya.
“Karna kau yang paling sombong !!” balas Kenneth.
“Aku tidak pernah menyombongkan kepintaranku sekalipun… aku tahu bukan itu alasan kau membenciku.. pasti ada sesuatu yang lain… kenapa ??” tanya Collin lagi.
Kenneth terdiam sambil masih menatap Collin, ada sedikit keraguan dan kecemasan di mata Kenneth, dan Collin bisa melihat hal itu.
“Memangnya kalau kau tahu alasan aku membencimu kau mau apa ??” tanya Kenneth.
Kini giliran Collin yang terdiam.
“A.. aku..”
“Kau pikirkan baik-baik, apa yang ada di dalam dirimu yang membuatku membencimu !!!” kata Kenneth kasar lalu melangkah cepat meninggalkan toilet, sementara Collin masih terdiam di tempatnya.
Ada sesuatu yang disembunyikan Kenneth darinya pikir Collin.

to be continued


2 comments:

Ela Pitriani said... Best Blogger Tips[Reply to comment]Best Blogger Templates

itu mah si Kenneth aja naksir si Collin

Ela Pitriani said... Best Blogger Tips[Reply to comment]Best Blogger Templates

itu mah si Kenneth aja naksir si Collin

Post a Comment